Karena itu, perlu pelatihan yang intensif, sehingga mereka punya kemampuan ala native speaker. “Jadi harus ada semacam karantina dalam pelatihan ini, sehingga bisa lebih fokus,” terangnya. Selain itu, dalam keseharian, juga harus dibiasakan menggunakan percakapan berbahasa Inggris yang aktif.
Sebab dengan begitu, maka nantinya saat guru-guru ini memberikan pelatihan ke guru-guru di tingkat Sekolah Dasar, akan lebih bagus dan siap kemampuannya. “Pendampingannya juga harus maksimal, biar hasilnya bagus,” terang Ummi, yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar ini.
Kemarin, hadir sebagai pemateri M Yusri Saad, S.S, MM (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP Kemdikbudristek). Juga Dewan Kehormatan Dr Anton dari Universitas Kristen Satya Wacana, yang menyampaikan sejarah APSPBI sejak tahun 2015 sampai tahun 2024.
Kegiatan ini sebagai tuan rumah adalah Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Ketua Panitia APSPBI ABM 2024, Ismail Sangkala, S.Pd, M.Pd. mengungkapkan, kegiatan ini diikuti anggota dan dewan pakar. Untuk peserta institusi 85, yang berasal dari prodi sarjana dan magister. Mereka ini tersebar dari wilayah Aceh-Sorong