APSPBI Sambut Tantangan Kemendikdasmen RI Untuk Transformasi Pendidikan Bahasa Inggris Nasional


Audiensi formal ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari kedua belah pihak, mencerminkan betapa krusialnya agenda yang dibahas. Dari pihak kementerian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah didampingi langsung oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Prof. Nunuk Suryani, M.Pd., serta jajaran Staf Khusus, Tenaga Ahli, dan para Pejabat Direktur Jenderal lainnya di lingkungan Kemendikdasmen RI.
Sementara itu, delegasi Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (APSPBI) dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Pusat, antara lain: Dr. Ummi Khaerati Syam (Presiden APSPBI), Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D. (Wakil Presiden APSPBI), Ismail Sangkala, M.Pd. (Bendahara APSPBI), Dr. Fauzia, MA (Wakil Sekretaris Jenderal APSPBI).
Pertemuan ini juga dibersamai oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi mitra selaku Co-host pelaksana International Conference dan Annual Business Meeting (ABM) 2026, yaitu Silih Warni, Ph.D. (UHAMKA), Azwir, M.Pd. (UMJ), dan Siti Suharsi (UNTIRTA).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah secara terbuka menaruh harapan besar dan menantang APSPBI untuk membenahi ekosistem pembelajaran bahasa Inggris dari akar rumput. Merespons hal tersebut, Presiden APSPBI beserta jajaran pengurus dengan penuh rasa optimisme menerima mandat ini untuk berjalan beriringan bersama kementerian.
“Kami siap bergerak bersama kementerian untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar pendidikan nasional. Ini adalah panggilan pengabdian yang sejalan dengan ruh dan esensi berdirinya asosiasi ini,” ungkap perwakilan pengurus APSPBI.
Ada empat pilar sinergi strategis yang akan segera diakselerasi dalam waktu dekat:
Kolaborasi ini menjadi manifestasi nyata dari visi APSPBI untuk menjadi wadah yang efektif dan bermakna dalam meningkatkan pendidikan guru bahasa Inggris di Indonesia. Salah satu terobosan paling konkret dari hasil audiensi ini adalah pelibatan ribuan dosen dari perguruan tinggi anggota APSPBI yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), para dosen ahli ini akan turun langsung memberikan pendampingan aspek pedagogi khusus bagi guru-guru kelas yang mengajar Bahasa Inggris di tingkat dasar. Dirjen GTK, Prof. Nunuk Suryani, menyambut sangat baik solusi ini dan dalam waktu dekat akan mengundang kembali APSPBI untuk melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) resmi.
Seluruh peluang emas dan peta jalan kolaborasi dengan pemerintah ini akan langsung digodok secara matang dalam forum Pra-Annual Business Meeting (Pra-ABM) yang akan dikomandoi langsung oleh Sekretaris Jenderal APSPBI.
Langkah ini dipersiapkan agar program sinergi nasional tersebut dapat disahkan secara formal menjadi agenda kerja utama dalam perhelatan akbar Annual Business Meeting (ABM) APSPBI 2026 yang akan digelar di Millennium Hotel, Jakarta pada 10–11 September 2026 mendatang. Pihak kementerian direncanakan hadir memberikan arahan serta komitmen bersama dalam ajang bergengsi tersebut.
Pintu kolaborasi telah terbuka lebar. Dengan semangat gotong royong antara pemerintah, asosiasi, dosen, dan guru, masa depan di mana anak-anak Indonesia mampu menguasai bahasa internasional dengan percaya diri kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah kepastian yang sedang dijemput bersama.
Serang, October 07, 2022. Bina Bangsa University’s English Education study program first participated in activities organized by the Association of English Education […]
Sulkifli, S.Pd., M.Pd | Member of APSPBI (a lecturer of English Education Department at Universitas Muhammadiyah Makassar) Editorial Note: This article has […]
SURABAYA – Ratusan anggota Assosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (APSPBI) se-Indonesia menggelar kegiatan Annual Business Meeting 2024 di Hotel Alana Surabaya, Minggu (23/6). Mereka membahas tentang berbagai hal […]